BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 12 April 2010

MEBACA AMROZI

“Tujuh bidadari tengah mandi-mandi di telaga susu.” Begitulah firman setangkai daun layu kepadanya – tatkala ia duduk melepas lelah di limpun pohon cempaka – seusai berburu di hutan albasia. Hatta, pemuda desa itu pun tersentak dari lamunnya. Namun kini, jelas!, telah ia temukan tujuan hidupnya.

Hatta, ia pun bergegas mengendap di rimbun kaliandra. Seekor landak sempat tersenggol lututnya. Surya tepat di ubun kepala. Beberapa tangkai putri malu sempat menggores wajahnya. Seekor kancil sembunyi di bawah lelata. Gerimis merisik tiba-tiba. Selintas ia terkenang seuntai janji: sebangun istana berhias sungai-sungai nira dan taman-taman bunga. Namun, alangkah kaget ia, sesampai di sana, ia hanya melihat tujuh rusa betina tengah minum-minum di kubangan tua.

Hatta, dengan amarah tak terkira, ia pun berteriak sekeras-kerasnya: “Ternyata, Kalian pendusta! Tak ada telaga susu di situ. Tak ada bidadari di situ. Tak ada istana di situ. Tak ada sungai-sungai nira di situ. Tak ada taman-taman bunga di situ. Sia-sia saja kuledakkan kepala kafir-kafir itu!”

0 komentar: